Integrasi Kurikulum Pesantren di Lembaga Pendidikan Formal: Studi Kasus di MTs. Tarbiyatul Ihsan

Authors

  • Hoirur Rosikin Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Keywords:

Pesantren, Madrasah, Integrasi Kurikulum

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses pengembangan kemampuan peserta didikan. pendidikan merupakan sebuah proses humanime yang selanjutnya dikenal dengan istilah memanusiakan manusia. Oleh karena itu  kita  seharusnya  bias  menghormati  hak  asasi  setiap  manusia.  Dikutip dalam PMA No 13 tahun 2014, bab II tentang Pesantren Bagian Kesatu Umum pasal 54 dan sejalan dengan PMA No 13 tahun 2013. Pondok Pesantren Tarbiyatul Ihsan merupakan salah satu bentuk integrasi kurikulum yang membuka diri terhadap perubahan dan kebutuhan zaman. Berbagai tuntutan akan ijazah formal yang secara legal diakui pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis hal-hal yang melatarbelakangi, proses pelaksanaan dan faktor mendukung serta penghambat  integrasi kurikulum pesantren dalam lembaga pendidikan formal di MTs. Tarbiyatul Ihsan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Tehnik penentuan informannya menggunakan purposive sampling. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, display data, mengambil kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan trangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu 1) latar belakangnya untuk menciptakan sinergi antara pendidikan agama dan pendidikan umum, untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan agama yang kuat serta kompetensi akademis yang memadai Pentingnya Kurikulum dalam Pendidikan. 2) proses integrasi kurikulum yaitu Integrasi Kurikulum Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler, Integrasi Kitab Kuning/klasik dalam Pembelajaran, Metode Pengajaran yang Beragam, Penilaian Berbasis Sikap dan Perilaku. 3) faktor pendukungnya memiliki manajemen yang baik, yang membantu dalam implementasi integrasi pendidikan, peran aktif pendiri, tenaga guru yang mempuni. Sedangkan faktor penghambatnya ialah hambatan adabtasi, kurangnya fasilitas, kendala internal dan eksternal.

Downloads

Published

2025-01-22